
Ketegasan diperlukan hari ini.
Akhirnya, aku memutuskan untuk tidak bersama dengan keduanya. Aku tidak boleh lagi kasihan dengan pi, aku maklum sih dulu dia memang menungguku selama kurun waktu yang cukup lama, tapi lihat deh hasilnya, dia hanya bisa balas dendam sekarang. Miris memang kalau seseorang yang cukup menyayangiku waktu itu akhirnya mencemooh ku dengan kata – kata menyakitkan. Apalagi sampai ngomong aneh – aneh di facebook nya. Hmmm… kalo dah kayak gini, memang mungkin hubungan baik akan aku hindarin, tapi aku tidak boleh membencinya, apapun yang dia lakukan ketika dia mengkhianati-ku tetap dia pernah ada di hidupku, pernah mengisi ruang kosong di hatiku ketika aku sedih ketika aku sendiri dia selalu menelepon-ku, ngajak aku ym-an. Tapi keadaan sekarang berbalik, karena kejujuran ku dan kesadaran kalo kita memang beda. Jujur, aku tidak bisa sepertinya yang waktu itu meyakinkan aku kalo hubungan ini bisa untuk dilanjutkan ke jenjang pacaran. Dia mengalahkan semuanya, hebatnya dia melakukan semua hal yang membuat ku luluh untuk mendapatkan ku, padahal aku sudah mengatakan tidak bisa dan aku membenci agamanya. Perjuangan itu yang membuat ku luluh dan akhirnya hubungan itu terjalin juga.
Dia mengatakan aku egois belakangan ini, katanya spot yang tersorot hanya di bagian aku. Ketika aku begini – begitu dan tidak memikirkan dia, salah semua pernyataan yang dia bilang. Jujur, waktu itu aku tidak ada niat untuk mengakhiri hubungan itu. Itu berdasarkan kenyataan yang ada dia mengingkari janjinya dan aku memang membenci kebohongan, dia pergi meninggalkanku dan tidak peduli lagi denganku waktu itu, pantas aku diam aja? Tidak mungkin aku tidak berpaling darinya waktu itu. Kata – kata yang dia lontarkan itu membuat ku jadi merasa kok dia begini, selalu mengungkit masa lalu. “Dulu kamu kemana waktu aku labil?” “Dulu kamu kemana waktu aku kehilangan arah?”. Ini adalah sebuah pembelaan diri atau semacam balas dendam. Apa mungkin seorang yang dulu memperjuangkan ku kini berbicara seperti itu? Dunia memang berubah, manusia juga selalu bisa berubah. Kejadian ini, awalnya memang pure karena dia sudah tidak respect lagi samaku, akhirnya aku kehilangan rasa sayang itu lagi waktu itu karena rasa sayangku waktu itu hanya karena perjuangan dia yang membuatku luluh. Kalo aku bisa mengingat semuanya, mungkin dia cewek paling top yang meluangkan waktunya seberapapun untuk mendapatkan aku. Tapi, ketika aku sudah ditangannya dia menelantarkan aku begitu saja. Memang mudah untuk memulai hubungan tapi sangat sulit untuk mempertahankan hubungan itu.
Katanya, aku conditional katanya aku sangat tergantung terhadap kondisi dan situasi dia saat itu. Padahal ketika dia tidak ada waktu untuk aku dan sakit, aku datang kok buat dia karena belakangan ini aku sayang banget sama pi. Kembali ketika itu, setelah semuanya berakhir lewat text message dan aku memutuskan untuk tidak bersamanya lagi, muncul sesosok wanita yang ada untuk-ku. Sangat rentan memang ketika kapal hampir karam, datang kapal lain yang masih tegar berdiri akhirnya aku menikmati cinta bersamanya di medan.
Sungguh sangat ironis waktu itu, aku jatuh hati kepada wanita ini tanpa pi tahu kalo aku bersamanya. Hari – hariku bersamanya, hari – hari ku diperhatikan olehnya dan aku tersipu oleh senyuman dari bibirnya, very sweet. Dia selalu menarik aku ke teman – temannya, padahal aku mengajaknya bermain bersama temanku saja sulit. Setiap orang memang memiliki jiwa EGOIS. Percaya atau tidak setiap orang pasti membela dan mendahulukan dirinya sendiri. Hanyalah cinta sejati yang mengorbankan dirinya sendiri hingga nyawanya untuk orang yang sangat dicintainya.
Tapi, pure aku tidak selingkuh atau mendua seperti yang orang – orang bilang. Karena saat itu, aku sudah memutuskan hubungan dengan pi dan aku tidak mengatakan aku ingin hubungan seperti yang dulu lagi tapi seakan dia memperjuangkanku terus – terusan itu yang membuatku kurang tegas dalam memutuskan. Terserah dia bilang aku jahat atau apa, memang ini kenyataan karena itulah aku harus mengklarifikasi semuanya di blogku ini agar tidak terjadi salah paham atau missunderstanding dan aku siap menerima konsekuensinya setelah ini.
Waktu itu memang kondisinya tidak tepat ketika dia lagi UTS dan lagi – lagi aku yang disalahkan ketika UTS dan beasiswanya tidak berhasil. Semua aku yang disalahkan. Berbeda dengan mi yang datang untukku, kalo mau diingat – ingat, mi tidak sepenuhnya sayang denganku. Tidak benar – benar sayang aku kalo bisa dibilang. Yah, karena waktu – waktunya tidak ada bersamaku dia selalu mengurus dirinya sendiri, rencana PKL nya atau apapun itu yang notabenne aku ingin membantunya, tapi tidak diperbolehkan. Dia memang tidak pernah ngomong sayang kepadaku. Dia hanya menggendongku saja ketika aku jatuh dalam masalah. Makanya, kalo komitmen untuk menjalin suatu hubungan harus didasari dengan cinta dan cinta itu perlu perjuangan dan pengorbanan, kurasa mi tidak mengorbankan apa – apa waktu itu hanya diriku sendiri yang selalu ada untuknya. Banyak cewek – cewek di dunia memang memutuskan hubungan karena cowok itu baik dengannya, makanya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan, padahal memang rasa itu belum muncul.
Kalo boleh jujur dan kembali ke masa lalu -aku tidak memilih siapapun dalam hal ini karena ini masalah hati-, pi dan mi keduanya sama. Sama – sama hanya mengasihiku karena kebaikan ku, perhatian yang kuberikan dan juga rasa pengertianku, bukan atas dasar cinta yang tulus. Susah juga mencari wanita yang mencintaiku tulus. Buktinya, ketika aku memang menyebalkan dan aku membuat mereka kecewa yang dalam pikiran mereka langsung balas dendam, pergi dariku atau menjauh dari ku dalam sekejap. Dan ketika aku baik – baik dan memberikan segalanya ke mereka, mereka ada dengan senang hati. Jadi ingat, waktu itu mi dan pi juga ga ada. Aku hanya sendiri menjalani setiap masalahku ketika aku mengecewekan mereka. Apa itu namanya cinta? Padahal, apapun keluh kesah yang jika pi dan mi ceritakan ke aku, aku bisa bantu.
Hal inilah yang menjadi pelajaran yang berharga untuk ku kalo aku tidak boleh baik kepada wanita siapapun dan memberikan perhatian lebih ke mereka karena hanya itulah yang membuat mereka merasa nyaman dan dasar itulah yang membuat mereka menginginkan aku terus bersamanya karena ingin perhatian itu dan itu sama sekali bukan merupakan cinta tapi hanya sebuah rasa simpatik.
Terakhir, aku tidak memilih keduanya dan kehilangan keduanya. Meskipun akhirnya aku benar – benar ingin pi ada, tapi aku harus menguburnya dalam sebuah rona kata “keikhlasan” itu yang penting karena apapun itu, kita diakhiri dengan sebuah rasa simpatik kepada lawan jenisnya yang lain dari turki. Cinta memang butuh pengorbanan supaya bisa awet dan bertahan lama, cinta adalah ketulusan sehingga dia tidak memerlukan balasan dan juga tidak mendendam ketika dia dikecewakan. Dan yang kutahu dari mereka berdua, itu bukanlah CINTA dan hanya sebuah rasa SIMPATIK sesaat. Aku sadar dia sedang antusias dengan lawan jenisnya di turki yang dia harapkan untuk selalu bersamanya kelak.
Yoo

0 komentar:
Post a Comment